Selasa, 31 Desember 2013

uas




Kimia Organik I


Nama :  ELLISA PUTRIYANI
NIm    : RRA1C112009

Dosen: Dr Syamsurizal, M.Si
 

1.Jelaskan dengan dilengkapi data-data fisik dan  kimia bahwa senyawa aromatik lebih mudah disubstitusi dari pada diadisi. Berikan sekurang-kurangnya tiga contoh. Mengapa demikian. ?
JAWABAN
Benzena merupakan senyawa tak jenuh (memiliki ikatan rangkap) yang lebih mudah mengalami reaksi substitusi daripada reaksi adisi. Hal ini terjadi karena adanya resonansi yang menyebabkan elektron pada senyawa benzena selalu berpindah-pindah.
Ikatan rangkap merupakan kumpulan elektron. Jika suatu pereaksi, seperti bromin atau asam halida direaksikan dengan benzena, kumpulan elektron pada ikatan rangkap benzena akan terdelokalisasi ke ikatan tunggal sehingga ikatan tunggal tersebut berubah menjadi ikatan rangkap. Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga menyulitkan terjadinya reaksi adisi.
Benzena termasuk senyawa aromatik dan memiliki rumus molekul C6H6. Rumus molekul benzena memperlihatkan sifat ketakjenuhan dengan adanya ikatan rangkap. Tetapi ketika dilakukan uji bromin benzena tidak memperlihatkan sifat ketakjenuhan karena benzena tidak melunturkan warna dari air bromin.
Rumus molekul benzene memperlihatkan ketidakjenuhan ketika dilakukan uji bromin, karena benzena tidak melunturkan warna dari air bromine. Artinya benzena tidak dapat diadisi oleh bromine, karena ikatannya yang stabil. Kestabilan cincin benzen disebabkan karena adanya resonansi. Oleh karena itu benzena lebih mudah mengalami substitusi daripada adisi.

benzena lebih mudah mengalami reaksi substitusi daripada adisi. Hal ini dapat dilihat dari data berikut.

Reagen Sikloheksena Bensena
KMnO4 encer Terjadi Oksidasi, cepat Tidak bereaksi
Br2/CCl4 (dlm gelap) Terjadi Adisi, cepat Tidak bereaksi
HI Terjadi Adisi, cepat Tidak bereaksi
H2 + Ni Terjadi hidrogenasi, 25oC, 20 lb/in.2 Terjadi hidrogenasi, lambat,
100-200oC, 1500 lb/in.2

Kestabilan cincin bensena secara kuantitatif dapat dilihat dari panas hidrogenasi dan pembakarannya. Panas hidrogenasi dan pembakaran bensena lebih rendah dari pada harga perhitungan.
Panjang ikatan karbon-karbon pada bensena adalah sama dan merupakan intermediet dari panjang ikatan tunggal dan ikatan rangkap. jadi ikatan karbon pada benzena sangat sulit terputus sehingga sangat tidak mudah mengalami reaksi adisi.
Senyawa organik khususnya Benzene tidak memberikan reaksi addisi seperti alkena, tetapi biasanya reaksi substitusi. Dalam persamaan berikut suatu atom Br telah menggantikan atom H dan cincin, sehingga namanya reaksi substitusi. Karena substitusi ini terjadi pada cincin aromatik, reaksinya disebut suatu reaksi substitusi aromatik.
          3 contoh nya


Reaksi Substitusi Dari Senyawa Aromatik Elektrofil
Mekanisme dan reaksi substitusi aromatik dimulai dengan serangan oleh elektrofil pada elektron pi dan cincin benzen, karena itu reaksi ini disebut reaksi substitusi elektrofil.
Semua reaksi substitusi aromatik elektrofil berjalan dengan mekanisme yang sama, biasanya ditulis dengan tanda E+ untuk menandakan elektrofil. Dalam mekanisme ini kita memakai rumus bangun Kekule untuk benzen agar kita dapat menelusuri elektron pi. Walaupun biasanya kita tidak menuliskan atom H dalam cincin benzen tapi agar jelas, di sini akan ditulis.
Reaksi Substitusi Dari Senyawa Aromatik Elektrofil

Dalam langkah 1, sepasang elektron pi dan awan aromatik pi diber ikan untuk membentuk ikatan sigma dengan E+. Langkah mi menyebabkan karbon atom yang berdekatan dalam cincin dikelilingi hanya oleh enam elektron, karbon ini membawa muatan positip.
Intermediate yang bermuatan positif ini kadang-kadang dinamakan ion benzenonium (dan benzene dan onium) hampir menyerupai kation beralil. Seperti juga kation beralil, intermidiate karbokasi in distabilkan secara resonansi.
Struktur yang Sebenarnya dan suatu Intermediate adalah Bagian dari Bentuk-bentuk Berikut:

Reaksi Substitusi Dari Senyawa Aromatik Elektrofil
Pada langkah kedua dan reaksi karbokasi memberikan sebuah proton (H+) kepada suatu basa yang berada dalam campuran reaksi. Pasangan elektron ikatan sigma dan ikatan C — H diubah menjadi elektron pi, maka awan aromatik pi timbul kembali sehingga suatu hasil substitusi terbentuk.
Walaupun suatu karbokasi dan suatu alkana dapat mengalami addisi dan sebuah nukleofil untuk menghasilkan suatu hasil addisi, suatu ion benzenonium tidak dapat beraddisi sebab ion ini akan merusak awan aromatik pi dan stabilitas resonansi dan cincin benzen akan hilang. Intermediate akan menjalani reaksi dengan energi yang terendah sehingga stabilisasi dan resonansi cincin benzen akan didapat kembali.
Reaksi Substitusi Dari Senyawa Aromatik Elektrofil

2.Jelaskan dan buktikan dengan data-data fisik dan kimia bahwa senyawa aromatik berpotensi sebagai bahan bakar, bandingkan datanya dengan bahan bakar komersil.
                                            JAWABAN

    Sifat sifat senyawa aromatic
• Zat cair tidak berwarna • Memiliki bau yang khas • Mudah menguap • Benzena digunakan sebagai pelarut. • Tidak larut dalam pelarut polar seperti air air, tetapi larut dalam pelarut yang kurang polar atau nonpolar, seperti eter dan tetraklorometana • Larut dalam berbagai pelarut organik. • Benzena dapat membentuk campuran azeotrop dengan air. • Densitas : 0,88 Sifat Kimia: • Bersifat bersifat toksik-karsinogenik (hati-hati menggunakan benzena sebagai pelarut, hanya gunakan apabila tidak ada alternatif lain misalnya toluena) • Merupakan senyawa nonpolar • Tidak begitu reaktif, tapi mudah terbakar dengan menghasilkan banyak jelaga • Lebih mudah mengalami reaksi substitusi dari pada adisi. Sifat- Sifat senyawa Aromatik.Diliha dari sifat sifat nya   maka itulah Senyawa aromatik digunakan sebagai penambahan bahan pada bensin dan pertamax untuk menaikkan nilai oktan pada masing-masing bahan bakar tersebut.
Dibandingkan dengan bahan bakar komersil yang lain senyawa aromatik memiliki angka oktan yang lebih tinggi , dimana benzene memiliki angka oktan yaitu sebesar 101 di bandingkan dengan bahan bakar komersil lain seperti pertamax, dimana pertamax hanya memiliki  angka oktan sebesar 92.
Dimana angka oktan itu sendiri didefinisikan sebagai ukuran bahan bakar yang memiliki kesetaraan karakteristik , yang menunjukan semakin besar angka oktan yang dimiliki maka berpotensi besar untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna tanpa menyisahkan karbon.


3.Anda telah memahami mengapa fenol lebih asam dari pada alkohol. Bandingkan pH fenol dengan asam asetat, selanjutnya bagaimana caranya membuat  fenol lebih bersifat asam dari pada asam asetat(pH fenol lebih kecil dari pada pH asam asetat). Berikan contohnya.?
JAWABAN
fenol dan asam asetat mengalami resonansi dan yang menyebabkan asam asetat lebih asam daripada fenol adalah adanya gugus -O karena gugus -O jauh lebih stabil dari pada -O-.Dari peristiwa resonansi yag terjadi pada asam asetat dan fenol dapat di lihat bahwa pada asam asetat memiliki dua buah -O pada peristiwa resonansinya sedangkan pada fenol hanya memiliki satu -O .Semakin banyak hibrida resonansi penting (-O) yang terbuat,maka akan semakin besar energi resonansinya.Dengan demikian orbital delokal pada gugus asetat mempunyai energi resonansi lebih besar daripada ion fenoksida dari fenol.Hal iniah yang menyebabkan asam asetat bersifat lebih asam daripada fenol
pH larutan
Fenol memiliki sifat yang cenderung asam, artinya ia dapat melepaskan ion H+ dari gugus hidroksilnya. Pengeluaran ion tersebut menjadikan anion fenoksida C6H5O- yang dapat dilarutkan dalam air. Dibandingkan dengan alkohol alifatik lainnya, fenol bersifat lebih asam. Fenol lebih asam karena ikatan kuat cincin aromatik dengan oksigen sementara ikatan antara oksigen dan hidrogen lebuh lemah.). PH fenol leboh kecil dari pada Ph asam asetat.Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO. untuk membuat fenol lebih asam dari pada asam asetat , caranya fenol diubah menjadi natrium fenoksida dengan memakai NaOH (logam Na dipakai  untuk mengubah alkohol menjadi ion alkoksida).
4.Eter secara umum lebih non polar dari pada alkohol. Temukan sekurang-kurangnya  tiga contoh eter yang lebih polar dari pada alkohol, kemukakan alasannya satu persatu. ?
JAWABAN
Dietil eter, yang juga dikenal sebagai eter dan etoksi etana, adalah cairan mudah terbakar yang jernih, tak berwarna, dan bertitik didih rendah serta berbau khas. Anggota paling umum dari kelompok campuran kimiawi yang secara umum dikenal sebagai eter ini merupakan sebuah isomernya butanol. Berformula CH3-CH2-O-CH2-CH3, dietil eter digunakan sebagai pelarut biasa dan telah digunakan sebagai anestesi umum. Eter dapat dilarutkan dengan menghemat di dalam air (6.9 g/100 mL).
Etil Metil Eter (Metoksi etana) titik didih dan titik leleh Etil Metil Eter lebih kecil dari pada alcohol . di sebabkan terjadi antar molekul eter tidak membentuk ikatan hidrogen. Sehingga Eter Metil Eter juga cenderung bersifat non polar, sehingga kelarutannya dalam air sangat kecil  .
Dimetil eter (DME), juga dikenal sebagai methoxymethane, adalah senyawa organik dengan rumus CH
3 OCH
3. Paling sederhana eter , itu adalah gas tidak berwarna yang merupakan prekursor berguna untuk senyawa organik lainnya dan propelan aerosol. DME adalah pelarut suhu rendah dan agen ekstraksi, berlaku untuk prosedur laboratorium khusus.
Kegunaannya dibatasi oleh rendah titik didih (-23 ° C), tetapi properti yang sama memfasilitasi penghapusan dari campuran reaksi.